Pengaruh Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pembentukan Tulang Baru (Remodeling Tulang)

Edrizal Edrizal, Eka Desnita, L Surya Geminastiti

Abstract


Latar belakang: Keong sawah dipercaya oleh masyarakat sebagai obat alternatif yang mampu mengobati banyak penyakit, seperti diabetes, penyakit kuning, liver, maag, kolesterol, dan mencegah osteoporosis, kajian ilmiah lebih mendalam mengenai khasiat keong sawah bagi kesehatan manusia masih belum banyak dilakukan. Semuanya ini masih merupakan data empiris dari pengalaman para pengguna keong sawah. Sehingga perlu dilakukan pengujian ilmiah lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui apakah kandungan dalam cangkang keong sawah (Pila ampullacea) dapat mempengaruhi proses remodeling tulang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan control group post test only design. Populasi penelitian ini menggunakan tikus putih Galur Wistar (Rattus norvegicus L.), dengan jumlah sampel minimal yang diperlukan adalah 4 ekor tikus dari setiap kelompok. Sehingga besar sampel yang digunakan adalah 20 ekor tikus Galur Wistar (Rattus norvegicus L.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Andalas, Laboratorium Patologi Anatomi RSI Siti Rahmah dan Laboratorium Patologi Anatomi Universitas Andalas. Menggunakan uji Oneway ANOVA. Hasil: Diperoleh jumlah rata-rata osteoblas pada kelompok kontrol (-) dengan rata-rata jumlah osteoblas terendah yaitu 14,3 per lima lapang pandang. Peningkatan rata-rata paling tinggi terjadi pada pemberian pilla ampullacea 100 mg yaitu 36,6 per lima lapang pandang. Jumlah rata-rata osteoklas kelompok kontrol (-) juga terlihat paling rendah yaitu 1,55 per lima lapang pandang dan peningkatan rata-rata osteoklas paling tinggi pada pemberian pilla ampullacea 100 mg yaitu 3,25 per lima lapang pandang dan terbukti pemberian sediaan serbuk cangkang keong sawah (Pila ampullacea) dapat mempengaruhi proses remodeling tulang dengan p<0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh pemberian serbuk cangkang keong sawah (Pila ampullacea) dalam proses pembentukan osteoblas dan osteoklas. Terdapat pengaruh yang signifikan pada dosis 100 mg.


Keywords


Cangkang keong sawah (Pila ampullacea), Osteoblas, Osteoklas

Full Text:

PDF

References


Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Mescher, 2011. Histologi Dasar Junqueira, Teks dan Atlas, Edisi 12. EGC. Jakarta.

Winata, Bayu C. 2012. Sintesis dan Karakteristik Hidroksiapatit dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea). Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Amrullah, Fahmi. (2012). Kadar Protein dan Ca pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan dengan Abu pelepah Kelapa. UMS Press. Surakarta. Hal: 8 – 11.10.1016/j.abb.2014.05.003.

Notoatmojo, Soekidjo. (2005). Metode Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta Jakarta. Hal: 66 – 88.

Muntha, M. 2001. Teknik Pembuatan Preparat Histopatologi Dari Jaringan Hewan Dengan Pewarnaan Hemotoksilin dan Eosin. Balai Penelitian Veteriner Jurnal Temu Teknis Fungsional Non Peneliti. Hal: 158-160.

Muliani, K, N, M., Tirtayasa, K. 2014. Pemberian Kalsium Laktat dan Berenang Meningkatkan Osteoblast pada Epiphysis Tulang radius Veteriner. Jurna Veteriner. Vol. 15. No. 1. Hal: 39-45.

Kalfas, I. H., 2001, Principles of Bone.

Pudjiastuti, Lestari. (2015). Sintesis Hidroksiapatit dari Cangkang Keong Sawa (Bellamya javanica) dengan Metode Simultan Prespitasi Pengaduka Berganda. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.33854/heme.v2i2.456

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Health & Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License   Health and Medical Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.