UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TERIPANG GAMAT (Stichopus Variegatus) DARI KEPULAUAN MENTAWAI TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS VIRIDANS
DOI:
https://doi.org/10.33854/JBDjbd.89Keywords:
Aktivitas antibakteri, Stichopus variegatus, Streptococcus viridansAbstract
Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat mempunyai wilayah pantai yang cukup luas dan tersimpan kekayaan laut yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah Teripang. Teripang selain memiliki nilai gizi yang tinggi juga mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen. Di bidang kedokteran gigi, Streptococcus viridans merupakan salah satu bakteri penyebab utama dalam permasalahan kesehatan gigi di rongga mulut. Bakteri ini merupakan flora normal di rongga mulut yang dapat menyebabkan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak Teripang Gamat (Stichopus variegatus) dari Kepulauan Mentawai terhadap bakteri Streptococcus viridans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode disc diffusion (tes Kirby & Bauer) yang telah dilakukan pada bulan Januari-Maret 2016 di Laboratorium Biota Sumatera, Universitas Andalas. Hasil penelitian diuji menggunakan Uji ANOVA dengan tingkat signifikan 5% dengan aplikasi SPSS for windows 16.0. Hasil penelitian diketahui rata-rata diameter zona hambat ekstrak Teripang Gamat (Stichopus variegatus) dari Kepulauan Mentawai terhadap bakteri Streptococcus viridans paling tinggi pada konsentrasi 2,5% dengan nilai 8,45 mm yang termasuk kategori sedang. Nilai p-value dari hasil tes uji anova p-value <0,05 (p=0,012). Hasil analisis varians adalah Fhitung = 4.040 lebih besar dari Ftabel = 2,773 berarti ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat aktivitas antibakteri ekstrak Teripang Gamat (Stichopus variegatus) dari Kepulauan Mentawai terhadap bakteri Streptococcus viridans.References
Martoyo, J, Nugroho Aji dan Tjahyo Winanto. 1994. Budi Daya Tripang. Penebar Swadaya. Jakarta: Penebar Swaday 2. Iswanto. 2007. Potensi Laut dan Samudra Kita. Bandung: PT Intan Sejati.
Kordi, M. G H. 2010. A to Z Budi Daya Biota Akuatik untuk Pangan, Kosmetik, dan obatobatan (Ed 1). Yogyakarta: Lily Publisher.
Elfidasari, D, Nita Noriko, Ninditasya Wulandari, Analekta Tiara Perdana. 2012. “Identifikasi Jenis Teripang Genus Holothuria Asal Perairan Sekitar Kepulauan Seribu Berdasarkan Perbedaan Morfologi”. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, Vol. 1, No. 3.
Rasyid, A. 2012. “Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Serta Uji Aktivitas Antibakteri Dan Antioksidan Ekstrak Metanol Teripang Stichopus Hermanii”. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 4, No. 2
Nimah, S, Widodo Farid Ma’ruf, Agus Trianto. 2012. “Uji Bioaktivitas Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Terhadap Bakteri Pseudomonas Aeruginosa Dan Bacillus Cereus”. Jurnal Perikanan, Volume 1, Nomor 2.
Samaranayake, L. 2006. Essential Microbiology For Dentistry 3rd Edition. USA: Churchill Livingstone Elsevier.
Kawuryan, Uji. 2008. Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kejadian Karies Gigi Anak Sdn Kleco II Kelas V Dan VI Kecamatan Laweyansurakarta. [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Accessed on Jan 10th, 2015. Available on: http://etd.eprints.ums.ac.id/897/1/J210040006.pdf.
Kementrian Kesehatan, RI. 2014. Situs Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Busman dan Firiyasti Betty. 2011. “Uji Aktivitas Antibakteri dan Fitokimia Tanaman Obat Luka (Cestrum elegans) (Solanaceae)”. Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah. Menara Ilmu. Vol. V No. 25 ISSN 1693-2617.
Priyatno, D. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran Gaya Media, Yogyakarta
Sari, Intan Permata, M. Agus Wibowo, Savante Arreneuz. 2015. “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Teripang Butoh Keling (Holothuria leucospilota) dari Pulau Lemukutan Terhadap Bekteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis”. Jurnal Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura.
Davis & Stout. 1971. “Disc Plate Method Of Microbiological Antibiotic Essay”. Journal Of Microbiology. Vol 22 No 4.
Kee, Joyce dan Evelyn R H. 1996. Farmakologi: Pendekatan Proses Keperawatan. Jakarta: EGC
Maleki, S, Seyyednejad S.M, Damabi M.N, dan Motamedi H. 2008. “Antibacterial Activity Of The Fruits Of Irianian Torilis Leptophylla Againts Some Clinical Pathogens”. Pakistan Journal of Biological Sciences, Vol 11(9).
Saraswati, Dian. 2011. ”Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih Terhadap Daya Hambat Escherichia Coli”. Jurnal Health & Sport Volume 3, No. 2.
Nikham dan Taty EB. 2012. “Uji Bahan Baku Antibakteri Dari Buah Mahkota Dewa (Phaloria Macrocarva (Scheff) Boerl). Hasil Iradiasi Gamma dan Antibiotik Terhadap Bakteri Pathogen”. Prosiding Pertemuan Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan.
Zahro, Latifatuz dan Rudiana Agustini. 2013. “Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Saponin Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli”. UNESA Journal of Chemistry Vol.2 No. 3. Surabaya: Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural sciences.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


