PREVALENSI DAN DISTRIBUSI SMOKER’S MELANOSIS PADA BURUH BANGUNAN YANG PEROKOK DI PT.TRIKENCANA SAKTI UTAMA KETAPING
DOI:
https://doi.org/10.33854/JBDjbd.86Keywords:
Smoker’s Melanosis, Lama Merokok, Jenis Rokok, Jumlah Rokok.Abstract
Salah satu akibat dari kebiasaan merokok yang terjadi di rongga mulut adalah smoker’s melanosis yang mana ciri-cirinya mukosa berwarna kecoklatan yang disebabkan karena meningkatnya produksi melanin oleh sel melanosit, hal ini disebabkan oleh kandungan bahan kimia dalam rokok sangat banyak yaitu sekitar 300 bahan kimia. Unsur-unsur yang penting di dalam rokok antara lain: tar, nikotin, amoniak dan karbon monoksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat prevalensi dan distribusi smoker’s melanosis pada buruh bangunan yang perokok di PT. Trikencana Sakti Utama Ketaping. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 30 orang dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pigmentasi gingiva paling banyak dengan skor 3 (satu atau lebih pembentukkan pita kontinu pendek dari pigmentasi gingiva) yaitu 13 orang (43,3%), paling banyak lama merokok yaitu >10 tahun yaitu 22 orang (73,3%), semua buruh menggunakan jenis rokok filter (100%) dan Paling banyak jumlah rokok yang dihisap >20 batang/hari sebanyak 12 orang (40%).References
Ahsan, A. 2012. Bunga Rampai Fakta Tembakau dan Permasalahannya di Indonesia Tahun 2012 4th ed. Tim Pemutakhiran Buku Tembakau. Jakarta: Tobacco Control Support Center - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI).
Abrahamsson, K.H. 2006. Journal Periodontal conditions in a Swedish city population of adolescents. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16708853. Diakses tanggal 10 September 2016.
Ambarwati, U., Ayu, K. dan Nurimaba, N. 2015. “ Hubungan Tingkat Stres dengan Jumlah Rokok yang Dihisap pada Mahasiswa Laki-laki”. Prosiding Pendidikan Dokter. Hal 540.
Barber, S. 2008. Ekonomi Tembakau Di Indonesia. Depok: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Bustan. 2000. Bahaya Rokok Bagi Kesehatan. http:repository.usu.ac.id/bitsteram/12345678/21518/4/chapter%20II.pdf.Diakses tanggal 28 September 2016.
Djokja, R.M., Lampus, B.S., dan Mintjelungan, C. 2013. “Gambaran perokok dan angka kejadian lesi mukosa desa mosongan kecematan banggai tengah. Jurnal e-gigi. Vol 1:38-44.
Ech-Nusantara. 2009. 10 Negara Dengan Jumlah Perokok Terbesar Di Dunia. https://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/31/10-negara-jumlah-perokok-terbesar-didunia/ Diakses tanggal 5 Oktober 2016.
Husaini, A. 2006. Tobat merokok: rahasia dan cara empatik berhenti merokok. Jakarta: Pustaka Iman.
Mubeen, K., Chandrashekhar, H., Kavitha, M. dan Nagarathna S. 2013. “On Oral Health”. Journal Effect of Tobacco.
Muhammad, N., Rabia, S., Ali ,Y. dan Rodrigo, L. 2011. “Intraoral distribution of oral melanosis and cigarette smoking in a Pakistan population”. International journal of Dental Clinics. Vol 3. P 25
Mukuan, S.E. 2012. Hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok bagi kesehatan dengan tindakan merokok. Diakses 20 Februari 2017.
Multani, S. 2010. Interrelationship of Smoking, Lip and Gingival Melanin Pigmentation, and Periodontal Status. Diakses 20 September 2016.
Sekeon, M.S., Wantania, F. dan Mintjelungan, C.N. 2016. “Prevalensi Smoker’s Melanosis pada laki-laki perokok di tinjau dari lama merokok di desa Kanonang 1 Kecamatan Kawangkoan Barat”. Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 5, No.1.
Silverman, S., Eversole, L.D. dan Truelove, E.L. 2001. Essensial of Oral Medicine. Hamilton: Landon. BC Decker Inc P.224.
Triza, Y dan Afriza, D. 2014. “Hubungan Merokok dengan Melanosis Perokok di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah”. Jurnal B-Dent. Vol.1, No.2. Hal 90-96.
Warnakulasuriya, S., Dietrich, T., Bronstein, M., Peidro, E., Preshaw, P., Walter, C., Wenstrom, J. dan Bergstrom, J. 2010. “Oral health risks of tobacco use and effects of cessation”. International Dental Jurnal.
Yosadi, Z.D., Rompas, S. dan Bawotong, J. 2015. “Hubungan kebiasaan merokok dengan terjadinyanya smoker’s melanosis pada kalangan petani di desa Tutuyan 1 Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur”. Ejournal keperawatan (e-Kep). Vol. 3, No. 3.
Peraan, S.W., Ramalingan, K., Altaher, O.B., Alsaid, M. dan Mugrabi, M.H. 2014. “Gingival pigmentation indekx proposal of a new indekx with a brief review of current indicies”. Eur J Dent. Vol.8, No.2. Hal 287-279.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


