POTENSI REMINERALISASI PADA PASTA GIGI BERFLORIDA DAN TIDAK BERFLORIDA
DOI:
https://doi.org/10.33854/JBDjbd.70Keywords:
Pasta Gigi Berflorida, Pasta Gigi Tidak Berflorida, RemineralisasiAbstract
Pasta gigi berflorida dan tidak berflorida merupakan bahan yang dapat memperkuat dan meremineralisasi gigi serta membantu mencegah karies gigi. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang aplikasi dari pasta gigi berflorida dan tidak berflorida untuk mendapatkan potensi perbandingan dalam remineralisasi gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratori dengan menggunakan penelitian analytic experimental pretest and postest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah gigi premolar yang telah diekstraksi dengan teknik selected sampling. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan. Dimana pada perlakuan kelompok 1 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan pada perlakuan kelompok 2 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi tidak berflorida. Hasil penelitian menunjukan berat gigi sebelum dan sesudah dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida 1, 2, 3, 4 dan 5 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) antara berat gigi sebelum dan setelah dilakukan perendaman. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman gigi didalam larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida maka semakin tingginya penambahan berat gigi.References
Arteaga, S. Demineralization and Remineralization: The Battel to KeepTeeth Strong and Healthy. Available from: http://www.dentistry.com/articles/wdj/print/volume-4/issue-9/focus-on-/ [20 Juni 2013].
Lata, S.; Varghese, N.O.; Varughese, J.M. 2010. Remineralization Potential of Fluoride and Amorphous Calcium Phosphate-Casein Phosphopeptide on Enamel Lesions: An In Vitro Comparative Evaluation. Journal of Conservative Dentistry.
Lendrawati. 2011. Penggunaan silver diamina flourida (SDF) 38% sebagai addresting caries treatment (ACT) pada anak-anak. Majalah kedokteran andalas No. 2 Vol. 35.(julidesember 2011).
Mutiadewi, E. 2004. Efek Penggunaan Siwak Pada Gigi dan Gingival. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi. Univesitas Sumatra Utara.
Novriadi. 2013. Hubungan Casein Phosphopeptide Amorphous Calcium Phosphate Terhadap Remineralisasi Gigi. Universitas Baiturrahamah. Padang. Hal 25.
Panjaitan, M. 1995. Ilmu Pencegahan Karies, Universitas Sumatra Utara.
Santoso, O. Wardani, A.P. Kusumasari, N. 2012. Pengaruh Larutan Ekstrak Siwak (salvadora Persicca) Terhadap Streptococcus Mutans : Studi in Vitro dan in Vivo. Fakultas Kedokteran.Universitas Diponegoro. Jl Dr. Sutomo, 18 Semarang. Volume 46, Nomor 3, Tahun 2012.
Sumawinata, N. 2009. Istilah Kedokteran Gigi (Inggris – Indonesia). EGC: Jakarta.
Tampubolon, N.S. 2005. Dampak Karies Gigi dan Penyakit Periodontal Terhadap Kualitas Hidup. Universitas Sumatra Utara.
Widyaningtyas, V.; Rahayu, Y. C.; Barid I. 2014. Peningkatan Remineralisasi Enamel Gigi Setelah Direndam Dalam Susu Kedelai Murni ( Glycine Max(L) Merill) Menggunakan Scanning electron Microscope (SEM). Artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa 2014.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


