HUBUNGAN INDEKS SEVERITAS KARIES DENGAN PH SALIVA PADA PENYANDANG TUNAGRAHITA DI PANTI SOSIAL BINA GRAHITA (SBG) HARAPAN IBU KALUMBUAK KOTA PADANG TAHUN 2018
DOI:
https://doi.org/10.33854/jbd.v6i1.228Keywords:
Indeks DMF-T, pH Saliva, TunagrahitaAbstract
Pendahuluan: Karies merupakan hilangnya ion-ion mineral secara terus menerus dari permukaan email atau permukaan akar gigi yang disebabkan oleh bakteri. Kerusakan ini ditandai dengan adanya white spot lesion atau bercak putih. Sebuah gigi dapat mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi, ketika pH turun menjadi 5,5 proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari pada proses remineralisasi. Penyandang tunagrahita memiliki risiko yang tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut daripada orang normal karena penyandang tunagrahita memiliki keterbatasan dalam merawat diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks severitas karies dengan pH saliva pada penyandang tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita (SBG) Harapan Ibu Kalumbuak Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 100 orang diperoleh dengan total sampling. Karies diukur menggunakan indeks DMF-T. Data dianalisis menggunakan uji chi – square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan indeks DMF-T berada pada kategori tinggi serta pH saliva asam. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapatnya hubungan indeks severitas karies dengan pH saliva pada penyandang tunagrahitaReferences
Carranza, F. 2006. Carranza’s Clinical Periodontology. St. Louis : Saunders Elsevier.
Surartri, Made Ayu Lely, Tinje A J, Indrawati T N. 2017. Pengaruh Ph Saliva Terhadap Terjadinya Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah. Buletin Penelitian Kesehatan, Vol 45 No. 4. Diunduh tanggal 25 Juni 2018. Tersedia pada : https://media.neliti.com/media/publications/222762-pengaruh-ph-saliva-terhadap-terjadinya-k.pdf
Deynilisia, S. 2013. Ilmu Konservasi Gigi. Jakarta : EGC.
Tarigan, Rasinta. 2013. Karies Gigi. Ed 2. Jakarta: EGC.
Sundoro, E. H. 2005. Serba-Serbi Ilmu Konservasi Gigi. Jakarta : UI-Press.
Dinnie, R. 2016. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta : Psikosain.
Atyanta A., Farichah H., Musri A. 2015. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang karies dan peran ibu dalam mencegahan karies pada anak tunagrahita. Medali Journal, vol 2 edisi 1. Diunduh tanggal 25 Juni 2018. Tersedia pada: http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/medali/article/download/450/377
Permatasari Diajeng S.A, Henry Setyawan S, Ari Udiyono, Lintang Dian S. 2016. Gambaran Beberapa Faktor Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Tunagrahita Di SLB C Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 4. Diunduh tanggal 26 November 2018. Tersedia pada : https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/download/14148/13682
Mardiati E, Irma H.Y. Siregar, Tika Dui Dara Ayuningtiyas. 2016. Survei Ph Saliva Pada Anak Retardasi Mental Di SLB Kabupaten Jepara Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Gigi, vol 3 No. 1. Diunduh tanggal 17 Januari 2019. Tersedia pada : http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jkg/article/ download/1123/389
Azzahra NN, Wasilah S, Aspriyanto D. 2014. Indeks Kebersihan Rongga Mulut Pada Anak Retardasi Mental Tinjauan Pada SLB C Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan Banjarmasin. Jurnal Kedoketran Gigi, Vol II No. 1. Diunduh tanggal 17 januari 2019. Tersedia pada : http://fkg.ulm.ac.id/id/wp-content /uploads /2016 /01 /indeks-kebersihan rongga-mulut-pada-anak-retardasi mental.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


