PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS KURAITAJI DENGAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
DOI:
https://doi.org/10.33854/jbd.v1i1.276Keywords:
Activity Based Costing, Puskesmas, Unit CostAbstract
Pendahuluan: Menghitung unit cost pelayanan kesehatan gigi menjadi hal yang sangat penting karena hasilnya terkait dalam menentukan besaran kapitasi. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan tigkat pertama (FKTP) yang memberikan pelayanan kesehatan gigi, namun besaran kapitasi pelayanan kesehatan gigi untuk puskesmas tidak disebutkan secara tegas oleh Permenkes no 59 tahun 2014. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan unit cost di Puskesmas. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode activity-based costing. Pemilihan lokasi pada penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling dari 7 puskesmas yang ada di kota Pariaman, sehingga didapatkan lokasi yaitu Puskesmas Kuraitaji. Hasil: Hasil penelitian dengan menggunakan metode activity-based costing menunjukkan bahwa unit cost pelayanan gigi di Puskesmas Kuraitaji untuk konsultasi gigi adalah sebesar Rp. 82.087, pencabutan gigi permanen sebesar Rp. 169.121, pencabutan gigi sulung sebesar Rp. 131.308, penambalan GIC sebesar Rp. 192.809, penambalan komposit sebesar Rp. 200.855 dan premedikasi sebesar Rp. 104.277. Rata-rata unit cost pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kuraitaji tahun 2018 didapatkan sebesar Rp. 146.735. Simpulan: Unit cost terbesar adalah tindakan penambalan komposit dan dapat diketahui bahwa biaya terbesar dalam pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kuraitaji berasal dari biaya pegawai.References
Kemenkes RI 2014. Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan.
Budisuroso, Priyono. 2019. Diakses dari https://www.kompasiana.com/ipiet_priyono/5c70f009677ffb6ab26e86b4 /menggugat-tarip-kapitasi-fasilitas-kesehatan-tingkat-pertama diakses pada November 2019
Sulastomo. 2005. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Penyelenggara Jaminan Kesehatan, Jakarta, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dewanto, Iwan. 2014. Panduan Pelaksanaan Pelayanan Kedokteran Gigi dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, Jakarta, PDGI.
Mulyono, Imam. 2017. Model Perhitungan Unit Cost Layanan Kesehatan dengan Metode Biaya Konvensional dan ABC (Studi Kasus di Puskesmas "X" Kabupaten Lumajang. Jurnal Analisa Kuntansi dan Perpajakan Vol. 1 No. 1 hal.85-96. Politeknik Negeri Malang
Detik.com. 2019. Diakses dari https://news.detik.com/berita/4405033/dibayar-rendah-35-ribu-dokter-gigi-ancam-mundur-dari-bpjs-kesehatan pada tanggal 10 Februari 2019
Firdaus A, W. 2012. Akuntansi Biaya Edisi 2, Salemba Empat.
R, Pinzon. 2009. Clinical Pathway Dalam Pelayanan Stroke Akut : Apakah Pathway Memperbaiki Pelayanan?. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 12 No.1 Halaman 20-23.
Bastian, I. 2015. Akuntansi Kesehatan (Pengelolaan Organisasi Kesehatan). Edisi Keduaq, Yogyakarta, BPFE Yogyakarta.
Febrian, S. L., Hardisman. 2019. Comparative Study of Unit Cost-analysis among Urban and Rural Dental Primary Health Service in Padang City, Indonesia. Journal of Clinical and Diagnostic Research`, 13(3)
Gabriela, 2012.Penerapan Activity Based Costing Pada Tarif Jasa Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah di Makassar. Makasar: Universitas Hasanuddin.
Wahyuni, N.T., Junaid. 2017. Analisis Unit Cost Pelayanan Rawat Inap Postpartum di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika dengan Menggunakan Metode Activity Based Costing (ABC) System. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2, 1-12
The 2014. Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).