Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita Di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang

Riza Rigustia, Laura Zeffira, Ade Teti Vani

Abstract


Latar Belakang: Kejadian pneumonia berhubungan dengan beberapa faktor yaitu umur balita, jenis kelamin balita, berat badan lahir rendah, riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat imunisasi campak, riwayat imunisasi DPT, riwayat imunisasi Hib, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, dan kebiasaan anggota keluarga yang merokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di puskesmas Ikur Koto Kota Padang tahun 2017. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control, sampel terdiri dari 30 kasus  dan 30 kontol. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square, kolmogorov smirnov dan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan balita pneumonia berumur 12-48 bulan (76,7%), berjenis kelamin laki-laki (60%), berat badan lahir ≥2500 gram (90%), tidak mendapat ASI eksklusif (73,3 %), status gizi normal (66,7%), tidak mendapat imunisasi campak (80%), tidak mendapat imunisasi DPT (66,7%), tidak mendapat imunisasi Hib (50%), ibu yang bekerja (60%), pendidikan tinggi dan menengah (40%), dan kebiasaan anggota merokok selain ibu (90%). Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pneumonia dengan riwayat ASI eksklusif (p value= 0,00), riwayat imunisasi campak (p value =0,00), riwayat imunisasi DPT (p value= 0,00), riwayat imunisasi Hib (p value= 0,032), dan pekerjaan ibu (p value =0,020). Analisis multivariat terdapat hubungan bermakna antara riwayat ASI eksklusif, riwayat imunisasi campak, riwayat imunisasi DPT , pekerjaan ibu dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur balita, jenis kelamin, berat badan lahir, status gizi, pendidikan ibu, dan kebiasaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian pneumonia.


Keywords


Pneumonia, Balita, Faktor Risiko

Full Text:

PDF

References


Said, Mardjanis. Pneumonia. Dalam: Buku Ajar Respirologi Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI): Jakarta; 2012. h.350-65.

UNICEF. Pneumonia claims the lives of the world’s most vulnerable children. 2017

Dinas Kesehatan Kota Padang. Profil Kesehatan Tahun 2015. Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang ; 2016 .

Ghozali, A. Hubungan Status Gizi dengan Klasifikasi Pneumonia pada Balita di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari (skripsi). Surakarta:FK UNS;2012

Herman. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Anak balita di Kabupaten Ojan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2002.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Program Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita. Jakarta: Depkes RI; 2004.

Adawiyah, Rosbiatul,dkk Factors that Influence of Pneumonia in Children Under Five Old’s at Puskesmas Susunan Baru in Kota Bandar Lampung Year 201. Jakarta: FK Yarsi; 2012.

Sunyataningkanto,dkk. The role of indoor air polutionan other factors on the incidence of pneumonia in under five children. Jakarta; paeditrica ;2004

Hananto. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di 4 Provinsi di Indonesia. Jakarta: FKM UI; 2004.

Regina R, Kriswiharsi KS, Suharyo. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Miroto Semarang Tahun 2013. Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang; 2013 diunduh pada 3 Januari 2018

Erni, Yuli. Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Padang. Jurnal Kesehatan Andalas;2016; 5 (2).

Yuliarti, N. Keajaiban ASI . Yogyakarta: CV. Andi offset; 2010.h.4-7

Fauzi, Ahmad. Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Kejadian ISPA pada Usia 6-23 Bulan di Puskesmas Muara Enim Kabupaten Muara Enim (Tesis). Yogyakarta: Unoiversitas Gajah Mada; 2008.

Roesli. Panduan Inisiasi Menyusui Dini. Jakarta: Pustaka Bunda; 2008.h.6-17

Hidayat, Aziz Alimul. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Surabaya: Salemba Medika; 2008. h.16-17.

WHO dan UNICEF. Pneumonia: The Forgetten Killer of Children. Newyork.

Sari, Puspita. Hubungan Pemberian Imunisasi Dpt Dan Campak Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Anak Usia 10 Bulan - 5 Tahun Di Puskesmas Sangurara Kota Palu Tahun 2015; Medika Tadulako, Jurnal Ilmiah Kedokteran, Vol. 3 No. 1; 2016

Mulyani, Siti dan Mega Rinawati. Imunisasi untuk Anak. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013. h.18-20.

Sadenna, Presilya. Hubungan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian ISPA Berulang pada Balita di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Manado; 2014.

Hartati, Susi. dkk. Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia pada Anak Balita. 2012;15(1):13-20.

Chandra. Hubungan Pendidikan Dan Pekerjaan Ibu Dengan Upaya Pencegahan Ispa Pada Balita Oleh Ibu Yang Berkunjung Ke Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasi. Banjarmasin; UNISKA; 2017

Machmud. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia di Puskesmas Selajambe Kabupaten Kuningan Tahun 2006. Jakarta; 2007.

Purnawan ON, Purniti S, Bagus SI. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada anak usia 2 bulan - 5 tahun. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak. RSUP Sanglah Universitas Udayana. 2012.




DOI: https://doi.org/10.33854/heme.v1i1.215

DOI (PDF): https://doi.org/10.33854/heme.v1i1.215.g140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Health & Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License   Health and Medical Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.