Identifikasi Korban Balita Banjir Bandang: Sebuah Laporan Kasus

Authors

  • Cesella Cornelia Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Muhammad Alif Bari Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Siti Zahra Rahmania Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Trisa Suci Rahmadani Universitas Andalas, Padang, Indonesia
  • Noverika Windasari Universitas Andalas, Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33854/heme.v8i2.2140

Keywords:

Forensic Identification, Flash Flood, Children, DVI, Forensic Odontology

Abstract

Banjir bandang merupakan bencana alam yang termasuk bencana terbuka dan umumnya menimbulkan kesulitan dalam proses identifikasi korban, khususnya pada korban anak. Kondisi jenazah yang terendam, mengalami pembusukan, serta keterbatasan data ante-mortem menjadi tantangan utama sehingga diperlukan pendekatan identifikasi yang sistematis dan ilmiah sesuai pedoman Disaster Victim Identification (DVI) INTERPOL tahun 2023. Laporan kasus ini melaporkan salah satu kasus korban anak perempuan tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia pascabencana banjir bandang di Sumatera Barat. Korban ditemukan pada hari ketiga pascabencana. Korban ditemukan dalam kondisi terendam lumpur dan telah mengalami perubahan postmortem. Pemeriksaan forensik dilakukan meliputi pemeriksaan luar, penilaian antropometri, dan odontologi forensik. Proses identifikasi dilakukan dengan mengkombinasikan metode identifikasi primer dan sekunder. Pendekatan multimodal sangat diperlukan pada korban anak dengan data ante-mortem terbatas untuk memperoleh hasil identifikasi yang akurat, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan hukum.

Author Biographies

Cesella Cornelia , Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter/ Fakultas Kedokteran

Muhammad Alif Bari , Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter/ Fakultas Kedokteran

Siti Zahra Rahmania , Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter/ Fakultas Kedokteran

Trisa Suci Rahmadani , Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Program Studi Profesi Dokter/ Fakultas Kedokteran

Noverika Windasari , Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Departemen Forensik dan Medikolegal/ Fakultas Kedokteran

References

İrday K, Arslan İ. Identification procedures of disaster-injured children in the pediatric intensive care unit after the 2023 Türkiye earthquakes. Turk Arch Pediatr. 2025;60(6):622–631.

Interpol. Disaster Victim Identification (DVI) Guide (2023).

de Boer HH, Blau S, Delabarde T, Hackman L, Roberts J, Mundorff AZ. Disaster victim identification operations with fragmented, burnt, or commingled remains: experience-based recommendations. Forensic Sci Res. 2020;5(3):191-201.

Yukseloglu EH, Holumen N, Karatas O, et al. Identification methods in mass disasters. Novel Forensic Research. 2023;2(1):12-7.

Dhurandhar N, National Committee for Clinical Laboratory Standards. Fine needle aspiration biopsy (FNAB) techniques: approved guideline. Wayne, Pa.: NCCLS; 2003.Shanbhag, Vagish Kumar L. Significance of Dental Records in Personal Identification in Forensic Sciences. Journal of Forensic Science and Medicine 2(1):p 39-43, Jan–Mar 2016.

Pittayapat, P et al. “Forensic odontology in the disaster victim identification process.” The Journal of forensic odonto-stomatology vol. 30,1 1-12. 1 Jul. 2012.

Kurniawan A. et al., The Applicable Dental Age Estimation Methods for Children and Adolescents (2022).

Prawstiningtyas E. Identifikasi forensik berdasarkan pemeriksaan primer dan sekunder sebagai penentu identitas korban pada dua kasus bencana massal. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2009;25(2).

Buikstra & Ubelaker; White & Folkens; Demirjian et al. untuk dental age).

Koesbardiati T, Murti DB, Putri RS,Petunjuk Identifikasi Rangka Manusia. Direktorat Cagar Budaya dan Museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; 57-60.

Downloads

Published

2026-05-04

Issue

Section

Case Report