Identifikasi Korban Balita Banjir Bandang: Sebuah Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.33854/heme.v8i2.2140Keywords:
Forensic Identification, Flash Flood, Children, DVI, Forensic OdontologyAbstract
Banjir bandang merupakan bencana alam yang termasuk bencana terbuka dan umumnya menimbulkan kesulitan dalam proses identifikasi korban, khususnya pada korban anak. Kondisi jenazah yang terendam, mengalami pembusukan, serta keterbatasan data ante-mortem menjadi tantangan utama sehingga diperlukan pendekatan identifikasi yang sistematis dan ilmiah sesuai pedoman Disaster Victim Identification (DVI) INTERPOL tahun 2023. Laporan kasus ini melaporkan salah satu kasus korban anak perempuan tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia pascabencana banjir bandang di Sumatera Barat. Korban ditemukan pada hari ketiga pascabencana. Korban ditemukan dalam kondisi terendam lumpur dan telah mengalami perubahan postmortem. Pemeriksaan forensik dilakukan meliputi pemeriksaan luar, penilaian antropometri, dan odontologi forensik. Proses identifikasi dilakukan dengan mengkombinasikan metode identifikasi primer dan sekunder. Pendekatan multimodal sangat diperlukan pada korban anak dengan data ante-mortem terbatas untuk memperoleh hasil identifikasi yang akurat, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan hukum.References
İrday K, Arslan İ. Identification procedures of disaster-injured children in the pediatric intensive care unit after the 2023 Türkiye earthquakes. Turk Arch Pediatr. 2025;60(6):622–631.
Interpol. Disaster Victim Identification (DVI) Guide (2023).
de Boer HH, Blau S, Delabarde T, Hackman L, Roberts J, Mundorff AZ. Disaster victim identification operations with fragmented, burnt, or commingled remains: experience-based recommendations. Forensic Sci Res. 2020;5(3):191-201.
Yukseloglu EH, Holumen N, Karatas O, et al. Identification methods in mass disasters. Novel Forensic Research. 2023;2(1):12-7.
Dhurandhar N, National Committee for Clinical Laboratory Standards. Fine needle aspiration biopsy (FNAB) techniques: approved guideline. Wayne, Pa.: NCCLS; 2003.Shanbhag, Vagish Kumar L. Significance of Dental Records in Personal Identification in Forensic Sciences. Journal of Forensic Science and Medicine 2(1):p 39-43, Jan–Mar 2016.
Pittayapat, P et al. “Forensic odontology in the disaster victim identification process.” The Journal of forensic odonto-stomatology vol. 30,1 1-12. 1 Jul. 2012.
Kurniawan A. et al., The Applicable Dental Age Estimation Methods for Children and Adolescents (2022).
Prawstiningtyas E. Identifikasi forensik berdasarkan pemeriksaan primer dan sekunder sebagai penentu identitas korban pada dua kasus bencana massal. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2009;25(2).
Buikstra & Ubelaker; White & Folkens; Demirjian et al. untuk dental age).
Koesbardiati T, Murti DB, Putri RS,Petunjuk Identifikasi Rangka Manusia. Direktorat Cagar Budaya dan Museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; 57-60.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Trisa Suci Rahmadani, Noverika Windasari, Cesella Cornelia, Muhammad Alif Bari, Siti Zahra Rahmania

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
<














