Efek Pemberian Kalsium dan Berjemur Terhadap Kadar D-Dimer pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Sumatera Barat

Authors

DOI:

https://doi.org/10.33854/heme.v5i1.1081

Keywords:

Kadar D-Dimer, berjemur, Tablet Kalsium, Diabetes Mellitus tipe 2

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berjemur dan pemberian tablet kalsium terhadap kadar D-dimer pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang terkontrol. Berjemur adalah memanfaatkan sarana alam sinar matahari yang tersedia sesuai standar operasional waktu yang terukur, dan pemberian tablet Kalsium 500 mg tiap hari dapat menurunkan kadar D-dimer yang berisiko terjadinya obstruksi pada pembuluh darah dan berpotensi munculnya kerusakan endotel pembuluh darah. Dengan menggunakan faktor alam terapi berjemur dapat membantu memperbaiki penyakit dan merencanakan terapi. Metode: Rancangan penelitian ini adalah studi kohort prospektif dengan jumlah sampel sebanyak 20 data pasien yang terdiagnosis sebagai penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Prof Dr. Ali Hanafiah SM Batusangkar selama periode 2019-2020.  Data yang dianalisis adalah kadar D-dimer sebelum dilakukan perlakuan berjemur dengan waktu yang terukur, serta pemberian tablet kalsium sebagai suplemen yang dapat mempengaruhi proses koagulasi dalam pembuluh darah. Kasus Diabetes mellitus tipe 2 dipilih kasus Diabetes yang terkontrol dengan pemeriksaan HBA1c dibawah 6.5%. Selajutnya, setelah dilakukan proses berjemur dan pemberian suplemen Kalsium selama 1 bulan, dilakukan kembali pemeriksaan D-dimer. Analisis data penelitian dilakukan pada derajat kepercayaan 95% CI (α=0.05), apabila hasil yang didapatkan diperoleh nilai p<0.05 maka terdapat hubungan yang bermakna. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan program SPSS 25. Hasil: Dua puluh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dilakukan pemerisaan D-dimer didapatkan rerata d-dimer  582 ±806 ng/mL. Selanjutnya dilakukan perlakuan berjemur sesuai protokol berjemur selama 30 hari dan pemberian suplemen tablet kalsium 500 mg, setelah itu dilakukan kembali pemeriksaan kadar D-dimer, didapatkan rerata   d-dimer 401 ±390  ng/mL Terdapat kecenderungan penurunan kadar D-dimer setelah perlakuan berjemur dan pemberian tablet kalsium dengan hubungan yang bermakna antara kadar D-dimer sebelum dan sesudah perlakuan berjemur dan pemberian tablet kalsium pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Simpulan: Pada penelitian ini ditemukan penurunan kadar D-dimer pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 setelah dilakukan perlakuan berjemur dan pemberian tablet kalsium. Namun, tidak diketahui apakah peran kombinasi berjemur dengan pemberian tablet kalsium atau ada peran dari masing masing variabel.

Author Biographies

Dwi Yulia, Andalas University

Lecturer At Faculty of Medicine

Rikarni Rikarni, Andalas University

Lecturer At Faculty of Medicine

Ellyza Nasrul, Andalas University

Lecturer At Faculty of Medicine

References

. Di Castelnuovo A, de Curtis A, Costanzo S, Persichillo M, Olivieri M, Zito F, dkk. Association of D-dimer levels with all-cause mortality in a healthy adult population: findings from the MOLI-SANI study. Haematologica [Internet]. 1 September 2013 [dikutip 17 Januari 2022];98(9):1476–80. Tersedia pada: http://www.haematologica.org/cgi/doi/10.3324/haematol.2012.083410

. Ramesh J, Rajesh M, Varghese J, Reddy SLS. Calculated plasma osmolality at hospital admission correlates well with eGFR and D-Dimer, a simple outcome predictor and guiding tool for management of severe COVID-19 patients. Diabetes Metab Syndr Clin Res Rev [Internet]. September 2021 [dikutip 17 Januari 2022];15(5):102240. Tersedia pada: https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1871402121002605Li G, Deng Q, Feng J, Li F, Xiong N, He Q. Clinical Characteristics of COVID-19 Patients with and without Diabetes in Wuhan Red Cross Hospital. Southerland JH, editor. J Diabetes Res [Internet]. 10 Agustus 2020 [dikutip 17 Januari 2022];2020:1–5. Tersedia pada: https://www.hindawi.com/journals/jdr/2020/1652403/Loho T, Setiabudy RD, Sukartini N, Immanuel S, Kumalawati J, Victor AA, dkk. Correlation Between Vitreous Advanced Glycation End Products, and D-dimer with Blood HbA1c Levels in Proliferative Diabetic Retinopathy. Acta Med Indones. 2

. Khatri P, Agrawal KK, Sharma D, Chhetri P, Neupane A, Piryani RM, dkk. Prevalance of Elevated D-dimer Levels in Confirmed COVID-19 Cases in Intensive Care Unit of a Tertiary Care Centre of Western Nepal. J Nepal Med Assoc [Internet]. 31 Maret 2021 [dikutip 17 Januari 2022];59(235). Tersedia pada: http://www.jnma.com.np/jnma/index.php/jnma/article/view/6284

. Sundermann AC, Saum K, Conrad KA, Russell HM, Edwards TL, Mani K, dkk. Prognostic value of D-dimer and markers of coagulation for stratification of abdominal aortic aneurysm growth. Blood Adv [Internet]. 27 November 2018 [dikutip 17 Januari 2022];2(22):3088–96. Tersedia pada: https://ashpublications.org/bloodadvances/article/2/22/3088/16099/Prognostic-value-of-Ddimer-and-markers-of

. Mishra Y, Pathak BK, Mohakuda SS, Tilak TVSVGK, Sen S, P H, dkk. Relation of D-dimer levels of COVID-19 patients with diabetes mellitus. Diabetes Metab Syndr Clin Res Rev [Internet]. November 2020 [dikutip 17 Januari 2022];14(6):1927–30. Tersedia pada: https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1871402120303878

. Naruse H, Ishii J, Takahashi H, Kitagawa F, Okuyama R, Kawai H, dkk. Prognostic Value of Combination of Plasma D-Dimer Concentration and Estimated Glomerular Filtration Rate in Predicting Long-Term Mortality of Patients With Stable Coronary Artery Disease. Circ J [Internet]. 2017 [dikutip 17 Januari 2022];81(10):1506–13. Tersedia pada: https://www.jstage.jst.go.jp/article/circj/81/10/81_CJ-16-1272/_article

. Anggraini, D., Yaswir, R., Lillah, L., & Husni, H. (2018). Correlation of Advanced Glycation End Products with Urinary Albumin Creatinin Ratio in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY, 23(2), 107-110.

. Favaloro EJ, Thachil J. Reporting of D-dimer data in COVID-19: some confusion and potential for misinformation. Clin Chem Lab Med CCLM [Internet]. 28 Juli 2020 [dikutip 17 Januari 2022];58(8):1191–9. Tersedia pada: https://www.degruyter.com/document/doi/10.1515/cclm-2020-0573/html

. Anggraini, D., Maani, H., & Rofinda, Z. D. (2018). Coagulation activity and D-dimer in sepsis patients. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 24(2), 151-154.

Downloads

Published

2022-12-20

Issue

Section

Research in Clinical Science