The Level of Knowledge Associated with Self-Medication Behavior of Over-The-Counter Medicine and Limited Over-The-Counter Medicine at RW 016 Bojong Nangka Village

Nurwulan Adi Ismaya, Riris Andriati, Rita Dwi Pratiwi, Fenita Purnama Sari Indah

Abstract


Pendahuluan: Obat-obatan yang aman untuk digunakan dalam pengobatan sendiri termasuk obat yang dijual bebas dan obat bebas terbatas. Pengetahuan tentang informasi penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas berpengaruh kuat terhadap perilaku pengobatan sendiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas di RW 016 Desa Bojong Nangka. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik Systematic random sampling dengan hasil interval sampel digunakan untuk memilih 271 responden dari RW 016 Desa Bojong Nangka. Kuesioner digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan dan perilaku. Hasil: Tingkat pengetahuan responden dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik, cukup, dan kurang. Perilaku responden tergolong baik atau buruk. Berdasarkan temuan penelitian ini, 214 responden (79%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 45 responden (16,6%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 12 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (4,4 persen). Sementara 194 responden (71,6 persen) melaporkan perilaku baik, 77 melaporkan perilaku buruk (28,4). Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas.


Keywords


swamedikasi, obat OTC, pengetahuan

Full Text:

PDF

References


. Restiyono, A. (2016). Analisis Faktor yang Berpengaruh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kebupaten Pekalongan. 11(1), 14–15.

. Rusli, & Ismail, I. S. (2017). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Tanpa Resep Sebagai Swamedikasi Menggunakan Model Formulir Keamanan Pengobatan Di Kelurahan Tanah Loe Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Media Farmasi, 13 (2).

. Efayanti, E., Susilowati, T., & Imamah, I. N. (2019). Hubungan Motivasi Dengan Perilaku Swamedikasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 22–23.

. Yusrizal. (2015). Gambaran Penggunaan Obat Dalam Upaya Swamedikasi Pada Pengunjung Apotek Pandan Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2014. Jurnal Analis Kesehatan, 4(2), 447–448

. Hidayati, A., Dania, H., & Puspitasari, M.D. (2017). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas Dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat RW 8 Morobangun Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Manuntung, 3(2), 139–140.

. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar.

. Nasution, M. J. (2016). Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Tentang Penggunaan Obat Bebas Dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Penderita Rawat Jalan Di Puskesmas Kedai Durian Kecamatan Medan Johor. Universitas Sumatera Utara.

. Sari, Y. K. (2020). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Tentang Swamedikasi Di Rumah Tangga Di Kecamatan Pakualaman Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia.

. Mumtahinah, N. (2013). Hubungan Antara Stres Dengan Agresi Pada Ibu Rumah Tangga Yang Tidak Berkerja. Universitas Gunadarma.

. Kasibu, S. D. G. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Tindakan Pemakaian Obat Resep Dan Tanpa Resep Dokter Di Kelurahan Kota Maksum II Kecamatan Medan Are. Universitas Sumatera Utara.

. Ningrum, A. C. (2019). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas Dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat RT.01/RW.17 Desa Suradadi Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Politeknik Harapan Bersama.

. Adawiyah, S., Cahaya, N., Intannia, D., & Km, J. A. Y. (2017). Hubungan Persepsi Terhadap Iklan Obat Laksatif Di Televisi Dengan Perilaku Swamedikasi Masyarakat Di Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Jurnal Pharmacy, 14(01), 110–111.

. Pratiwi, H., Nuryanti, Fera, V. V., Warsinah, & Sholihat, N. K. (2016). Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Kemampuan Berkomunikasi Atas Informasi Obat. Kartika-Jurnal Ilmiah Farmasi, 4 (1).

. Anis, F. (2017). Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Dan Penggunaan Obat Common Cold Di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia.

. Harahap, D. (2019). Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Tentang Penggunaan Obat Bebas Dan Obat Bebas Terbatas Pada Mahasiswa Tingkat Sarjana Farmasi. Universitas Sumatera Utara.

. Utaminingrum, W., Lestari, J. E., & Kusuma, A. M. (2015). Pengaruh Faktor-Faktor Sosiodemografi Terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat Dalam Pengobatan Sendiri Pada Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS).Farmasains, 2 (6).

. Lenggu, M. Y. (2017). Kajian Perilaku Swamedikasi Menggunakan Obat Penggemuk Badan Oleh Pasien Pengunjung Apotek Di Kota Kupang Tahun 2016. Jurnal Info Kesehatan, 15 (2).

. Ulfa, A. M., & Abidin, Z. (2014). Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Perilaku Pengobatan Sendiri (Swamedikasi) Yang Rasional Oleh Pengunjung “X” Kota Bandar Lampung, Tahun 2012. Jurnal Dunia Kesmas, 3 (2).




DOI: https://doi.org/10.33854/heme.v4i2.1070

DOI (PDF): https://doi.org/10.33854/heme.v4i2.1070.g403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Health and Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License   Health and Medical Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.