The Correlation of Individual and External Factors to Work Fatigue in Employee at PT. Hutama Karya Building Division Project, Integrated Building Soekarno Hatta Airport Train Station

Lela Kania Rahsa Puji, Tri Okta Ratnaningtyas, Frida Kasumawati, Nurwulan Adi Ismaya, Nur Hasanah

Abstract


Pendahuluan: Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) tahun 2018, menurut Hamalainen 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahunnya, 2,4 juta (86,3%) dari kematian tersebut dikarenakan penyakit akibat kerja salah satunya yaitu kelelahan kerja, lebih dari 380.000 (13,7%) kematian karena kecelakaan kerja. Jumlah kecelakan non-fatal hampir seribu kali lebih banyak dibanding kecelakaan fatal, diperkirakan 374 juta pekerja mengalami kecelakaan ini.  Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan usia, status gizi, beban kerja, lama kerja, kualitas tidur dan status merokok dengan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain penelitian cross sectional, untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 61 orang di proyek pembangunan integrated building. Hasil: hasil penelitian diperoleh jumlah pekerja yang mengalami kelelahan kategori tinggi sebesar 46 pekerja (75,4%), usia kategori beresiko mengalami kelelahan sebanyak 36 pekerja (59%), status gizi kategori normal sebanyak 50 pekerja (82%), beban kerja kategori berat sebanyak 43 pekerja (70,5%), kualitas tidur tidak normal sebanyak 51 pekerja (83,6%), lama kerja tidak normal sebanyak 47 pekerja (77%) dan merokok sebanyak 52 pekerja (85,2%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan variabel kualitas tidur (p value = 0.035), beban kerja (p value = 0.034), lama kerja (p value = 0.014) dan merokok (p value = 0.004) berhubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan pada variabel usia (p value = 0.184) dan status gizi (p value = 0.287) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar ditingkatkan lagi pemeriksaan kesehatan para pekerja seperti diadakannya medical chek-up.


Keywords


Kelelahan kerja, beban kerja, pekerja

Full Text:

PDF

References


Narulita S dkk. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja Dipo Lokomotif Pt . Kereta Api Indonesia ( Persero ). J Ind Hyg Occup Heal http//ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/JIHOH DOI http//dx.doi.org/1021111/jihoh.v3i12439. 2018;3(1):69–82.

Ekatjahjana W. Permenaker RI Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian. 2016. p. 1–28.

ILO. Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Muda. Kantor Perburuhan Internasional , CH- 1211 Geneva 22, Switzerland. 2018. 2–3 p.

Lestari W sri. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja pembuat tahu di pabrik tahu kelurahan sumurrejo kecamatan gunungpati semarang. Skripsi Kesehat Masy. 2016;1–74.

Kusumawardhani I. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. 2016;4(2):2–3.

Dewi PA, Lestantyo D, Widjasena B. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja Buruh Angkut Di Pasar Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara, Sumatera Barat. J Kesehat Masy. 2019;7(1):358–64.

Nugraha B, Riat A, Ghashang SK, Eljurnazi L, Gutenbrunner C. A prospective clinical trial of prolonged fasting in healthy young males and females—effect on fatigue, sleepiness, mood and body composition. Nutrients. 2020;12(8):1–16.

Wahyuni D, Indriyani I. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi Di Pt. Antam Tbk. Ubpp Logam Mulia. J Ilm Kesehat. 2019;11(1):73–9.

Safira ED, Pulungan RM, Arbitera C. Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Priok. J Kesehat. 2020;11(2):265.

Vejvoda M, Elmenhorst EM, Pennig S, Plath G, Maass H, Tritschler K, et al. Significance of time awake for predicting pilots’ fatigue on short-haul flights: Implications for flight duty time regulations. J Sleep Res. 2014;23(5):564–7.

Lerman SE, Eskin E, Flower DJ, George EC, Gerson B, Hartenbaum N, et al. Fatigue risk management in the workplace. J Occup Environ Med. 2012;54(2):231–58.

Wong IS, Popkin S, Folkard S. Working time society consensus statements: A multi-level approach to managing occupational sleep-related fatigue. Ind Health. 2019;57(2):228–44.

Rahme D, Lahoud N, Sacre H, Akel M, Hallit S, Salameh P. Work fatigue among lebanese community pharmacists: Prevalence and correlates. Pharm Pract (Granada). 2020;18(2):1–7.

Prastuti TN, Martiana T. Analisis Karakteristik Individu Dengan Keluhan Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Taksi Di Rungkut Surabaya. Indones J Public Heal. 2017;12(1):64.

Apriliani A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Petugas Pemadam Kebakaran di Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. ARKESMAS (Arsip Kesehat Masyarakat). 2019;4(1):162–7.

Puji, L. K. R., Ilmi, A. F., Hasanah, N., Purnama, F., & Fahrudin, A. (2020). Complaintsof Musculoskeletal Disorders on Rebar Menat PT. Tatamulai a Nusantara Indah in the Project of Ciputra Mall Construction Raya Cikupa, Tangerang.

Sholihah Q. Relationship work fatigue related to work stress on circadian rythm night shift operator employee PT. Indonesia Bulk Terminal Kotabaru, South Kalimantan, Indonesia. Eur J Soc Behav Sci. 2014;9(2):1423–30.




DOI: https://doi.org/10.33854/heme.v4i2.1010

DOI (PDF): https://doi.org/10.33854/heme.v4i2.1010.g402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Health and Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License   Health and Medical Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.