Kadar HbA1C Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi Neuropati Diabetik di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2019-2020

Suharni Suharni, Aryaldy Zulkarnaini, Diba Triulandari Kusnadi

Abstract


Pendahuluan: Neuropati diabetik dilaporkan sebagai komplikasi tersering pada pasien diabetes melitus. Komplikasi yang terjadi pada pasien diabetes melitus dapat dicegah dengan kontrol glikemik yang optimal, salah satunya dengan kontrol nilai HbA1c, kolesterol, trigliserida dan lain-lain. Penderita DM harus menjaga kadar glukosa darah untuk mencegah berbagai komplikasi yang dapat terjadi. Pengukuran kadar HbA1c merupakan salah satu metode untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah selama dua sampai tiga bulan terakhir. Tujuan penelitian: untuk mengetahui kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi neuropati di RSI Siti Rahmah tahun 2019-2020. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu pasien diabetes melitus dengan komplikasi neuropati di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2019-2020 yang memiliki berkas rekam medis lengkap dan tidak memiliki riwayat trauma kepala dengan sampel 30 pasien. Pengambilan sampel dari data rekam medis RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2019-2020. Hasil: Analisis data univariat dengan program SPSS versi 16.0. Usia terbanyak yaitu kategori 56-65 tahun sebanyak 14 pasien (46,7%), jenis kelamin terbanyak yaitu kategori perempuan sebanyak 20 pasien (66,7%) dan kadar HbA1c terbanyak yaitu kategori tidak terkontrol sebanyak 23 pasien (73,3%). Kesimpulan: Pengontrolan kadar gula darah dapat mengurangi resiko terjadinya komplikasi, diantaranya neuropati. Pemeriksaan kadar HbA1c dapat membantu mengetahui kadar gula darah pada pasien.


Keywords


Neuropati diabetik, diabetes melitus, kadar HbA1c

Full Text:

PDF

References


. PERKENI. Konsensus Penggunaan Insulin. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Perkeni 1–9 (2019).

. Atlas, I. D. F. D. International Diabetes Federation. The Lancet vol. 266 (2019)

. Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan. RI 53, 1689–1699 (2018).

. Bilouse R, Donelly R. Buku Pegangan Diabetes. 4th ed. (Bariid B, ed.). Jakarta: Bumi Medika; 2014.

. Ramadhan N, Hanum S. Kontrol Glikemik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh. Jurnal Penelitian Kesehatan. 2016:3(1): 1-10

. Utomo, M. R. S., Wungouw, H. & Marunduh, S. Kadar Hba1C Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. J. e-Biomedik 3, 3–11 (2015).

. Wulandari, I. A. T., Herawati, S. & Wande, I. N. Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2 Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Koresponding author: Ida Ayu Trisna Wulandari. J. Med. Udayana 9, 71–75 (2020)

. Putri, A. M., Hasneli, Y. & Safri. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Keparahan Neuropati Perifer Pada Pasien Diabetes Melitus : Literature Review. J. Ilmu Keperawatan 8, 38–53 (2020)

. Rajchgot, T. et al. Neurons and microglia; a sickly-sweet duo in diabetic pain neuropathy. Front. Neurosci. 13, 1–17 (2019)

. Papatheodorou K, Papanas N, Banach M, Papazoglou D, Edmonds M. Complications of Diabetes 2016. J Diabetes Res. 2016. doi:10.1155/2016/6989453

. Rahmawati, A. & Hargono, A. Dominant Factor of Diabetic Neuropathy on Diabetes Melitus Type 2 Patients. J. Berk. Epidemiol. 6, 60 (2018)

. Mildawati, Diani, N. & Wahid, A. Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Lama Menderita Diabetes dengan Kejadian Neuropati Perifer Diabetik. Caring Nurs. J. 3, 31–37 (2019)

. Amelia, R., Wahyuni, A. S. & Yunanda, Y. Diabetic neuropathy among type 2 diabetes mellitus patients at amplas primary health care in Medan city. Open Access Maced. J. Med. Sci. 7, 3400–3403 (2019).

. Franck, MJ. Gender differences in glucose homeostasis and diabetes. Department of Medicine, Section of Endocrinology and Metabolism, Tulane University. Elsevier. (2017)

. Mauvais-Jarvis, F., Manson, J. E., Stevenson, J. C., Fonseca, V. A. Menopausal hormone therapy and type 2 diabetes prevention: Evidence, mechanisms and clinical implications. Endocr Rev. (2017)

. Nugroho Widie Adi Bhaskoro, Adnyana Oka Made I, Samatra Purwa Gede Putu Dewa. Gula Darah Tidak Terkontrol Sebagai Faktor Risiko Gangguan Fungsi Kognitif Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Usia Dewasa Menengah. (2016)

. Hanifah, A., Basuki, M. & Faizi, M. Hubungan antara Kadar HBA1C dengan Hasil Sural Radial Amplitude Ratio (SRAR) pada Pasien DM Tipe 1 dengan Neuropati Diabetik Perifer. Aksona 1, 29–33 (2021).

. Prawitasari, D. S. Diabetes Melitus dan Antioksidan. KELUWIH J. Kesehat. dan Kedokt. 1, 48–52 (2019).

. Hartini, S. Hubungan HBA1c Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di RSUD. Abdul Wahab Syahranie Samarinda Tahun 2016. J. Husada Mahakam IV, 171–180 (2016).

. Putri, R. N. & Waluyo, A. Faktor Resiko Neuropati Perifer Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 : Tinjauan Literatur. J. Keperawatan Abdurrab 3, 17–25 (2019).

. Azmiardi, A., Tamtomo, D. & Murti, B. Factors Associated with Diabetic Peripheral Neuropathy among Patients with Type 2 Diabetes Melitus in Surakarta, Central Java. Indones. J. Med. 4, 300–312 (2019).

. Suyanto. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Neuropati Perifer Diabetik. Nurscope. Jurnal Keperawatan dan Pemikiran Ilmiah. 2 (6). 1-7. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang (2016)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Baiturrahmah Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License   Baiturrahmah Medical Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.