POTENSI REMINERALISASI PADA PASTA GIGI BERFLORIDA DAN TIDAK BERFLORIDA

Zulsantritus Zulsantritus, Edrizal Edrizal, Busman Busman

Abstract


Pasta gigi berflorida dan tidak berflorida merupakan bahan yang dapat memperkuat dan meremineralisasi gigi serta membantu mencegah karies gigi. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang aplikasi dari pasta gigi berflorida dan tidak berflorida untuk mendapatkan potensi perbandingan dalam remineralisasi gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratori dengan menggunakan penelitian analytic experimental pretest and postest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah gigi premolar yang telah diekstraksi dengan teknik selected sampling. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan. Dimana pada perlakuan kelompok 1 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan pada perlakuan kelompok 2 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi tidak berflorida. Hasil penelitian menunjukan berat gigi sebelum dan sesudah dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida 1, 2, 3, 4 dan 5 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) antara berat gigi sebelum dan setelah dilakukan perendaman. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman gigi didalam larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida maka semakin tingginya penambahan berat gigi.

Keywords


Pasta Gigi Berflorida; Pasta Gigi Tidak Berflorida; Remineralisasi

Full Text:

PDF

References


Arteaga, S. Demineralization and Remineralization: The Battel to KeepTeeth Strong and Healthy. Available from: http://www.dentistry.com/articles/wdj/print/volume-4/issue-9/focus-on-/ [20 Juni 2013].

Lata, S.; Varghese, N.O.; Varughese, J.M. 2010. Remineralization Potential of Fluoride and Amorphous Calcium Phosphate-Casein Phosphopeptide on Enamel Lesions: An In Vitro Comparative Evaluation. Journal of Conservative Dentistry.

Lendrawati. 2011. Penggunaan silver diamina flourida (SDF) 38% sebagai addresting caries treatment (ACT) pada anak-anak. Majalah kedokteran andalas No. 2 Vol. 35.(julidesember 2011).

Mutiadewi, E. 2004. Efek Penggunaan Siwak Pada Gigi dan Gingival. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi. Univesitas Sumatra Utara.

Novriadi. 2013. Hubungan Casein Phosphopeptide Amorphous Calcium Phosphate Terhadap Remineralisasi Gigi. Universitas Baiturrahamah. Padang. Hal 25.

Panjaitan, M. 1995. Ilmu Pencegahan Karies, Universitas Sumatra Utara.

Santoso, O. Wardani, A.P. Kusumasari, N. 2012. Pengaruh Larutan Ekstrak Siwak (salvadora Persicca) Terhadap Streptococcus Mutans : Studi in Vitro dan in Vivo. Fakultas Kedokteran.Universitas Diponegoro. Jl Dr. Sutomo, 18 Semarang. Volume 46, Nomor 3, Tahun 2012.

Sumawinata, N. 2009. Istilah Kedokteran Gigi (Inggris – Indonesia). EGC: Jakarta.

Tampubolon, N.S. 2005. Dampak Karies Gigi dan Penyakit Periodontal Terhadap Kualitas Hidup. Universitas Sumatra Utara.

Widyaningtyas, V.; Rahayu, Y. C.; Barid I. 2014. Peningkatan Remineralisasi Enamel Gigi Setelah Direndam Dalam Susu Kedelai Murni ( Glycine Max(L) Merill) Menggunakan Scanning electron Microscope (SEM). Artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa 2014.




DOI: https://doi.org/10.33854/JBDjbd.70

DOI (PDF): https://doi.org/10.33854/jbd.v3i2.70.g51

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah



Creative Commons License
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah distributed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.