KADAR HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KADAR BUNUH MINIMUM (KBM) PADA BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lam.) Hook f. & Thomson) TERHADAP BAKTERI Porphyromonas gingivalis SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.33854/jbd.v7i2.606Keywords:
Porphyromonas gingivalis, minyak astiri bunga kenanga, kadar hambat minimum, kadar bunuh minimumAbstract
Pendahuluan: Gas pembentuk halitosis sebagian besar adalah gas Volatile Sulfur Compounds (VSC) yang merupakan senyawa sulfur yang mudah menguap, terbentuk dari hasil produksi aktivitas bakteri anaerob, sisa-sisa makanan, sel darah, bakteri, maupun sel epitel yang telah mati dan bereaksi dengan protein di rongga mulut yang selanjutnya akan dipecah menjadi asam amino. Terdapat tiga asam amino utama yang menghasilkan VSC, yaitu L-cysteine menghasilkan H2S, L-methionine menghasilkan CH3SH, dan L-cistine menghasilkan (CH3)2S. Upaya pencegahan halitosis dapat dilakukan dengan penggunaan agen antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata (Lam.) Hook. F & Thomson) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium secara in vitro. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan minyak atsiri bunga kenanga konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%. Kelompok kontrol positif klorheksidin glukonat 0,2% dan kontrol negatif DMSO yang diulang sebanyak 4 kali sehingga besar sampel menjadi 20 perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Kadar Hambat Minimum (KHM) terdapat pada konsentrasi 12,5% dengan diameter hambat sebesar 13,2 mm. Sedangkan Kadar Bunuh Minimum (KBM) terdapat pada konsentrasi 25% yaitu dengan diameter hambat 20,7 mm dan menunjukkan warna jernih pada design 96- well plate. Simpulan: Minyak atsiri bunga kenanga memiliki aktivitas antibakteri yang mampu membunuh bakteri penyebab halitosis (Porphyromonas gingivalis) sehingga dapat dijadikan sebagai bahan antimikroba dalam mencegah pembentukan halitosis.References
Wijayanti YR. Metode mengatasi bau mulut. Cakradonya Dent J.2014;6(1):630- 34.
Nazir M A, Aimas K, Majeed M I. The prevalence of halitosis (oral malador) and associated factors among dental students and interns. Pakistan.European Journal of Dentistry. 2019;11(4):480-81.
Herntan LT, Lee HL, Yin WF. Traditional uses phytochemistry, and bioactivities of cannanga odorata (ylang-ylang). Hindawi Publishing Corporation.2015;2015:13.
Bicak DA. A current approach to halitosis and oral malador a mini review. The Open Dentistry Journal. 2018;12: 323-25.
Supriatmo. Pengaruh ritma circadian terhadap produksi voliatile sulfur compounds oral.2013;20(1): 15.
Alasqah M, Khan S, Elqomsan MA. Assessment of halitosis using the organoleptic method and voliatile sulfur compounds monitoring. Journal of Dental Research and Review. 2016; 3(3):95.
Madhushankari GS, Yamunadevi A, Selvamani M. Halitosis an overview: partclassification, etiology, and pathophysiology of halitosis. Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences. 2015;7 (2):342.
Geest SD, Laleman I, Teughels W. Periodontal diseases as a source of halitosis: a review of the evidence and treatment approaches for dentist and dental hygienist. Periodontology.2016;7(1): 2013-14.
Kabir MH, Sarwar AF, Ahmad I. Etiological factors, diagnosis, and treatment of halitosis: a review update. J Shaheed Suhrawardy
Med Call. 2013;5(2):108.
Codianach MM, Eduardo CK, Albuquerque R. Update of Intra extra oral causes of halitosis: A Systematic Review. OHDM. 2014;13(4):975-76.
Rulita M, Yuliani A, Sri H. Pengaruh jenis bunga dan waktu pemetikan terhadap sifat fisikokimia dan aktivitas antibakteri minyak atsiri bunga kenanga (cananga odorata). Teknologi dan industri pertanian Indonesia, 2016; 8 (2): 59.
Chungmu P, Hyunseo Y, 2018. Antimicrobial activity of essential oil against oral strain. Int J Clin Prev Dent; 14(4): 2016-15. Milah P,Bintari SH, Dewi M. Pengaruh konsentrasi antibakteri propolis terhadap pertumbuhan bakteri streptococcus pyogenes secara invitro. Life
Science, 2016;5(2): 95-7.
Krisnawati SN, Lia UK, Rohula U. The effect of pretreatment and variation method of destilation quality of cinnamon leaf oil.
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 2016; 9(2)51-5.
Pujiarti R, Widowati T B, Kasimudjo, Sunarta S, 2015. Kualitas komposisi kimia dan aktivitas antioksidan minyak kenanga (cannanga odorata).Ilmu Kehutanan; 9(1): 4.
Afnidar. Fitokimia dan uji antibakteri ekstrak kalus tumbuhan serai (Wedelia biflora (L)DC.). JESBIO, 2014; 3(4): 9-16.
Dewa YP, Gusti GB, Wayan GG. Isolasi dan identifikasi senyawa minyak atsiri dari tumbuhan sembukan (paederia foetida l) dengan metode kromatografi gasspektroskopi massa (GC-MS). Jurnal Kimia.2016;10(1): 149-54.
Aisyah MP, Anasthasis OM, Silvia A, Siti M, Putri AR. Analisis kualitatif kandungan bunga kenanga (Cananga odorata) secara fitokimia dengan menggunakan pelarut etanol. Reseach and Education Chemistry (JREC), 2020; 2(1): 43-7.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


