HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI SILANG DENGAN PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI

Intan Puspita Sari, Dhona Afriza, Masra Roesnoer

Abstract


Infeksi silang menjadi perhatian utama bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. Dokter gigi dan tenaga kesehatan gigi beresiko berkontak dengan mikroorganisme patogen pada saat merawat pasien, diantaranya termasuk HIV, Virus hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HCV), virus herpes simplex tipe 1 dan 2, Mycobacterium tuberkulosis,dan lain-lain. Kurangnya pengetahuan tentang potensi infeksi yang dibawa saliva dan darah serta mengabaikan perlindungan diri dapat membahayakan petugas kesehatan gigi dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang infeksi silang dengan penatalaksanaan pencegahan infeksi pada mahasiswa kepaniteraan klinik FKG Baiturrahmah. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel adalah mahasiswa kepaniteraan klinik FKG Baiturrahmah. Jumlah sampel adalah 154 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel secara acak. Pengumpulan data dilakukan pengamatan dengan mengisi formulir pengamatan dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada sebanyak 69 (86,3%) mereka yang berpengetahuan tinggi melakukan penatalaksanaan pencegahan infeksi dengan baik, sedangkan yang rendah sebanyak 18 (24,3 %) yang melakukan penatalaksanaan pencegahan infeksi dengan tidak baik. Hasil uji statistik didapat nilai p = 0,141 maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaaan proporsi kejadian kategori pengetahuan dengan penatalaksanaan atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penatalaksanaan pencegahan infeksi.

Keywords


Infeksi Silang; Pengetahuan; Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi

Full Text:

PDF

References


Dwiastuti, S.A.P., Dharmawati, I.A dan Wirata, N. 2008. Hubungan antara Ketersediaan Alat dan Pengetahuan tentang Sterilisasi. Jurnal Skala Husada. 5(2). Hlm 174-175.

Wibowo, T., Parisihni, K dan Haryanto, D. 2009. Potensi Dokter Gigi sebagai Pemutus Rantai Infeksi Silang. Jurnal PDGI. 58(2). Hlm 6.

Yuzbasioglu, E., Sarac, D., Canbaz, S., Sarac, S dan cengiz, S. 2009. A survey of Cross-Infection Control Procedures: knowledge and attitude of Turkish dentist. J.Appl.Oral Sci. 17(6).

Tietjen, L., Bossemeyer, D dan McIntosh, N. 2010. Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Penerjemah: Abdul Bari Saifudin, Sudraji Sumapraja, Djajadilaga dan Budi Iman Santoso. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Sunoto, R.I. 2008. Tindakan Pencegahan Penularan Penyakit Infeksi Pada Praktek Dokter Gigi (The Practice Of Infection Control In Dentistry). http://abunidathoe.multiply.com/journal/item/32 (Diunduh pada tanggal 23 januari 2012 pukul 21:18 WIB)

Susanti, D.N.A., Sari, N.N.G dan Wigianto, R. 2002. Tingkat Kebocoran Sarung Tangan lateks sebelum digunakan. Jurnal PDGI. Ed.Khusus. Th ke-52. Hlm 205-206.

Miller, C.H dan Palenik, C.J. 2005. Infection Control & Management of Hazardous Materials for the Dental Team. Ed.Ke-3. Elsevier Mosby. Missouri.

Sumawita, N. 2006. Pencegahan Infeksi Silang dalam Perawatan Konservasi gigi. Jurnal Epidemiologi Indonesia. 8(1). Hlm 34-41.

Cottone, J.A., Terezhalmy, G.T dan Molinnari, J.A. 2000. Mengendalikan Penyebaran Infeksi pada Praktek dokter gigi. Penerjemah: Lilian Yuwono. Widya Medika. Jakarta.

Umar, H. 2008. Desain Penelitian MSDM dan Prilaku karyawan. Ed.1-1. Jakarta. Hlm 69-71.

Notoatmojo, S. 2003. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta. Hlm 121-124.

Bagg, J., Sweeney, C.P., Roy, K.M., Sharp, T dan Smith, A. 2001. Cross Infection Control Measures and Treatment of Patient at Risk of Creutzfeld Jacob Disease in UK General Dental Practice. British Dental Jurnal. 191(2). Hlm 87-90

Afriza, D. 2010. Manisfestasi Penyakit Sistemik di Rongga mulut. Universitas Baiturrahmah. Padang. Hlm 41-49.

Bagg, J., Sweeney, C.P., Roy, K.M., Sharp, T dan Smith, A. 2001. Cross Infection Control Measures and Treatment of Patient at Risk of Creutzfeld Jacob Disease in UK General Dental Practice. British Dental Jurnal. 191(2). Hlm 87-90.

Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Salemba Medika. Jakarta.

Eka, C., Riyati, E dan Tjahyaningrum, S.N. 2004. Prevalensi Nursing Mouth Caries pada Anak Usia 15-60 Bulan Berdasarkan Frekuensi Penyikatan gigi di Posyandu Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. http://resources.inpad.ac.id (Diunduh pada tanggal 27 November 2011)

Erfandi. 2009. Pengetahuan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. http://forbetterhealth.wordpress.com (Diunduh pada tanggal 29 mei 2012 pukul 22:20 WIB)

Kohli, A dan Puttaiah, R. 2009. Infection Control And Occupational Safety Recommendations For Oral Health Professionals. Dental Concil Of India. India. Hlm 6.

Oedijani. 2002. Bio-Imunologi Penyakit HIV/AIDS. Jurnal PDGI. Ed.Khusus. Th ke-52. Hlm 461-465.

Samaranayake, L. 2006. Essential Microobiology for Dentistry. Ed.ke-3. Churchill Livingstone Elsevier. Philadelphia.

Sastroasmora, S dan Ismael, S. 2011. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Ed.ke-4. CV. Sagung Seto. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.33854/jbd.v1i1.49

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah



Creative Commons License
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah distributed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.