UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI MAHONI (Swietenia Mahagoni (L.) Jacq) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus)
DOI:
https://doi.org/10.33854/JBDjbd.106Keywords:
Demam, Biji mahoni, Antipiretik, Tikus wistar, Swietenia Mahagoni (L.)Abstract
Demam atau pireksia merupakan gejala dari suatu penyakit. Penyakit infeksi seperti demam berdarah, tifus, malaria, peradangan hati, dan penyakit infeksi lain merupakan contoh penyakit yang sering mempunyai gejala demam. Untuk mengurangi dampak negatif ini maka demam perlu diobati dengan antipiretik. Obat yang biasa digunakan adalah parasetamol dan asetosal. Beberapa penelitian tentang parasetamol akhir-akhir ini menemukan bahwa meskipun cukup aman tetapi parasetamol memiliki banyak efek samping. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional masih selalu digunakan karena efek samping yang ditimbulkan obat tradisional relatif kecil, sehingga aman digunakan. Salah satu contohnya adalah biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium seca in vivo untuk mengetahui efektifitas antipiretik ekstrak biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L.) terhadap tikus wistar. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA dengan nilai p= 0,001<0,05 setelah 3 jam pemberian ekstrak biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L.) pada dosis 20 mg/200gr BB mampu memberikan efektifitas antipiretik yang optimum dibandingkan kontrol positif.References
Mursito, Bambang. 2002. Ramuan Tradisional untuk Penyakit Malaria. Jakarta; Penebar Swadaya. Hal: 64-65.
Wijayakusuma H. 2001. Penyembuhan dengan Bawang Putih dan Bawang Merah. Jakarta: Penerbit Melania Popular. Hal: 3-19.
Saumantera, 2004, Current Clinical Strategies Pediatrics., diakses tanggal 19 April 2015. http://www.cespublishing.com/ccs
Susanty D. Winata . 2003. Cara Bijak Menggunakan Obat Herbal . Meditek Majalah Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kedokteran Krida Wacana ,. Vol 11, No 29, Agustus-Desember 2003. Jakarta : FK Ukrida
Lestari Handayani, 2001. Pemanfaatan Obat Tradisional dalam Menangani Masalah Kesehatan. Majalah Kedokteran Indonesi, Vol. 51, no.4, Hal: 139.
Arifianto dan Hariadi N.I, 2007, Demam, diakses tanggal 19 April 2015, http://wwwsehatgroup.web.id
Dalimartha, S. 2006. Biji Mahoni (Swietenia Mahagoni Jacq). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Vol 2. Jakarta : Trubus Agriwidya Hal, 131-134
Santoso, Singgih. (2004). Mengatasi Berbagai Masalah Statistik dengan SPSS Versi 11.5. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Guyton, M., D.& John E Hall, 1996. Suhu Tubuh, Pengaturan Suhu dan Demam, Text Book of Medical Physiologi . Terjemahan oleh dr. Irawati Setiawan. Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Edisi 9, hal: 1141-1155.
Sherwood, L., 2001. Keseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu. Dalam: Santoso, B.I., Editor. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Edisi Keempat. Jakarta: EGC, 596-607.
Robinson, T., 1991, Kandungan Organik Tumbuhan Obat Tinggi, Diterjemahkan oleh kosasih Padmawinata 191 – 193, ITB, Bandung
Freddy I.W. 2007. “ Analgesik, antipiretik, Anti Inflamasi Non Steroid dan Obat Pirai”. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta : Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pp : 209-217
Lusiana, Darsono (2002). Diagnosis dan Terapi Intoksikasi Salisilat dan Parasemol. Bandung ; Universitas Kristen Maranatha
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


